KH NOER ALIE

pahlawan sepanjang hayat

KH Noer Alie Mendampingi Para Caleg

Sejak KH Noer Alie ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 9 November 2006, banyak orang memanfaatkan kekharismatisan beliau. Diantaranya dimanfaatkan para politisi yang mencalonkan dirinya sebagai kepala daerah maupun calon legislatif. Bentuk yang paling umum menempatkan wajah KH Noer Alie di sisi di sang calon: belakang, kiri atau kanan spanduk.

Lihatlah di Babelan, terutama sekitar Ujungharapan. Pemandangan tersebut mudah dijumpai di sepanjang jalan atau sisi jalan. Pernah juga foto KH Noer Alie disandingkan Mochtar Muhamad, Ketua DPC PDIP Kota Bekasi, saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bekasi. Ini di leaflet.

Fenomena ini menimbulkan kontroversial. Pro dan kontra disampaikan secara bertubi-tubi kepada penulis biografi K Noer Alie, Ali Anwar. Kebanyakan yang menyatakan ketidaksetujuannya kalau KH Noer Alie menjadi komoditas politik sesaat. “Mari gugat mereka yang memanfaatkan KH Noer Alie,” kata seorang teman kepada Ali.

Menurut Ali, pemanfaatan kekharismatisan KH Noer Alie oleh siapapun untuk perbuatan kebaikan sah-sah saja. Alasannya, banyak orang dengan berbagai golongan, kelas, partai, suku dan bahkan agama merasa terinspirasi dengan sepak terjangnya yang layak dicontoh, dikagumi, dan dihormati. “KH Noer Alie telah menjadi rahmatan lil alamin,” ujar Ali.

Mereka, Ali menambahkan, telah menganggap KH Noer Alie yang semasa hidupnya telah mengabdikan diri untuk banyak orang, agama, dan bangsa. “Itu sebabnya beliau menjadi pahlawan nasional,” kata Ali. Nah, kalau saat ini banyak spanduk caleg memasang gambar atau foto KH Noer Alie di sisinya, ujar Ali, justru kian membesarkan KH Noer Alie.

Menujukkan KH Noer Alie, meski telah wafat, tetap dikenal dan dikenang banyak orang. “Memang, kesannya sang caleg tidak percaya diri, tapi semua tergantung niatnya”. Jadi? “Biarkan saja, bila perlu Ketua Yayasan Attaqwa, KH Amien Noer Lc menyerukan secara terbuka kepada siapapun, termasuk para caleg untuk memanfaatkan foto KH Noer Alie untuk kebaikan,” kata Ali.

Mengapa? Agar tidak terjadi prasangka buruk, terkesan main salib. Tentu saja akan menyejukkan. Itu tak ubahnya dengan foto Bung Karno yang mendampingi para caleg. Cuma saja, kata Ali, seharusnya kebesaran Proklamator Republik Indonesia itu tidak disempitkan hanya untuk para caleg PDIP. Karena beliau sudah menjadi Bapak Bangsa, seyoganya foto Bung Karno bisa juga mendampingi para caleg dari partai-partai lain. “Atau jangan-jangan caleg di luar PDIP takut memasang foto Bung Karno”.

Iklan

November 8, 2008 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: